Titus Sowe Serahkan Diri, Pimpinan OPM Sorong Raya Serukan Anggota kembali ke NKRI

MAYBRAT – Anggota kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya, Titus Sowe, yang menjabat sebagai Wasieops Yon Karef Hamit, menyerahkan diri kepada Kodim 1809/Maybrat pada Rabu (14/10/2026) malam. Penyerahan ini menjadi bagian dari perkembangan penanganan keamanan di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, sekaligus membuka ruang bagi anggota kelompok bersenjata lainnya untuk mempertimbangkan langkah serupa.

Proses penyerahan di kediaman Dandim 1809/Maybrat, Kampung Mefkajim II, Distrik Ayamaru. Penyerahan Titus difasilitasi oleh Wakil Bupati Maybrat, Ferdinando Solossa, serta disaksikan langsung oleh Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Yonif 764/IB dan Dansatgas Rajawali V Dengkul.

Titus diketahui masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus penyerangan Pos Ramil Kisor. Setelah diserahkan, ia selanjutnya menjalani proses penanganan oleh aparat berwenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Peristiwa ini mengingatkan kembali pada seruan Wakil Panglima Kodap IV/Sorong Raya OPM, Zakarias Fatem, yang sebelumnya mengajak anggota kelompoknya agar meninggalkan aktivitas di hutan dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya Zakarias Fatem, Wakil Panglima Kodap IV Sorong Raya karena ditangkap Marinir. Terima kasih, saya dikasih hidup, dikasih makan,” ujar Zakarias dalam pernyataannya setelah ditangkap prajurit Korps Marinir di Maybrat.

Ia juga menyampaikan pesan secara langsung kepada anggota kelompoknya yang masih berada di hutan. “Kalian anak di hutan menyerah sudah. Papua damai,” katanya.

Seruan tersebut menekankan pentingnya membuka jalan menuju kehidupan yang lebih aman dan mengakhiri konflik berkepanjangan. Penyerahan diri Titus dan ajakan Zakarias menjadi dua perkembangan yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi anggota OPM lainnya untuk mengambil langkah yang sama melalui mekanisme yang tersedia.

Dukungan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan diperlukan untuk membuka ruang komunikasi bagi mereka yang ingin meninggalkan kelompok bersenjata. Proses tersebut perlu dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan hukum, keselamatan, dan hak-hak setiap individu.

Penyerahan Titus Sowe diharapkan dapat menjadi dorongan bagi anggota OPM lainnya untuk jalan damai dan kembali menjalani kehidupan bersama keluarga serta masyarakat, sehingga situasi keamanan di Maybrat dan wilayah Papua dapat terus terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *