Analis Politik Nilai MBG, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Garuda Jadi Fondasi Generasi Unggul

JAKARTA — Dalam talkshow di Stasiun TV Swasta Nasional, Analis Politik, Ujang Komarudin, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Sekolah Garuda merupakan langkah strategis pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membangun sumber daya manusia unggul. Ketiga program tersebut dinilai saling melengkapi dalam pemenuhan gizi, pemerataan pendidikan, dan pengembangan potensi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Ujang Komarudin mengatakan, program-program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengatasi kemiskinan sekaligus memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan berkualitas. Menurutnya, latar belakang ekonomi keluarga tidak seharusnya menghambat anak-anak dalam mengembangkan kemampuan dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Program-program Presiden Prabowo Subianto saling terhubung. Kalau masyarakat menghadapi persoalan gizi, ada MBG; kalau keluarga kurang mampu kesulitan mengakses pendidikan, ada Sekolah Rakyat; dan anak-anak berprestasi mendapatkan kesempatan melalui Sekolah Garuda,” ujar Ujang.

Ia menambahkan, MBG juga berpotensi memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan permintaan bahan pangan dari petani, peternak, serta pelaku usaha lokal. Agar manfaatnya optimal, pelaksanaan program perlu memprioritaskan masyarakat yang membutuhkan, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“MBG bukan sekadar memberikan makanan, tetapi juga menggerakkan ekonomi di sekitar dapur dan desa. Apabila masih terdapat kekurangan, pelaksanaannya perlu dievaluasi dan diperbaiki agar manfaatnya semakin luas,” tegas Ujang.

Dari perspektif ekonomi, Prof. Perdana Wahyu Santosa, Pengamat Ekonomi GREAT Institute sekaligus Guru Besar Universitas YARSI, menilai MBG berpotensi menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat, terutama melalui perputaran belanja pangan dan penciptaan lapangan kerja di pedesaan.

“Program MBG dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi desa karena menciptakan lapangan kerja dan membuka peluang bagi pemasok kebutuhan pokok. Karena itu, tata kelola pelaksanaannya perlu terus diperbaiki agar manfaat ekonomi dan pemenuhan gizi berjalan beriringan,” ujar Perdana.

Menurut Perdana, pengawasan dan tata kelola yang baik diperlukan untuk memastikan program berjalan efektif, aman, dan tepat sasaran.

Sinergi program gizi dan pendidikan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempersiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing. Dengan pelaksanaan yang konsisten dan evaluasi berkelanjutan, program-program tersebut dapat menjadi investasi strategis bagi masa depan bangsa. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *