JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) periode 2026–2030, M. Herindra, mendorong penguatan ekosistem industri esports nasional yang berpihak pada talenta lokal. Langkah tersebut dinilai strategis untuk membuka peluang karier, menciptakan sumber pendapatan baru, sekaligus meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif bagi generasi muda Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Herindra dalam rangkaian kegiatan pelantikan Pengurus Besar Esports Indonesia masa bakti 2026–2030 di Hall Patiunus, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).
Herindra menilai perkembangan teknologi telah menjadikan esports bukan sekadar aktivitas hiburan atau kompetisi, melainkan industri ekonomi kreatif dengan potensi ekonomi yang luas. Terlebih, Indonesia memiliki bonus demografi dengan lebih dari 60 persen penduduk merupakan generasi digital.
“Esports telah berkembang menjadi sebuah industri ekonomi kreatif yang apabila dikelola dengan baik dapat memberikan kontribusi bagi ekonomi nasional,” ujar Herindra.
Menurutnya, pertumbuhan industri esports turut menciptakan peluang bagi berbagai sektor pendukung, mulai dari penyedia layanan jaringan, produsen perangkat keras, pengembang perangkat lunak, hingga penyelenggara turnamen.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, PB ESI mengajak pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem industri yang berkelanjutan.
“PB Esports Indonesia mengajak seluruh stakeholders, para pengusaha dan peminat Esports, dapat menciptakan dan mengembangkan sebuah ekosistem industri yang berpihak pada talenta lokal,” tegasnya.
Herindra juga mendorong sinergi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Komunikasi dan Digital, khususnya dalam mempermudah perizinan turnamen, mendukung pembiayaan pengembangan gim lokal, serta menyediakan infrastruktur jaringan yang andal.
Senada, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai besarnya potensi pasar esports Indonesia harus dimanfaatkan sebagai kekuatan ekonomi nasional.
“Ada 154 juta gamers Indonesia, ini luar biasa,” kata Erick.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman turut mendorong agar gim karya anak bangsa mendapatkan ruang dalam berbagai kompetisi esports nasional.
Melalui penguatan regulasi, infrastruktur, dan dukungan industri lokal, esports Indonesia diharapkan tidak hanya melahirkan atlet berprestasi dunia, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi digital yang memberikan manfaat nyata bagi generasi muda.
